Penyebab Perut Keras Selama Kehamilan

Penyebab Perut Keras Selama Kehamilan

 

ibu-hamil-140204bSelama kehamilan, adalah sesuatu yang wajar apabila wanita mengalami perubahan fisik maupun mental yang sangat banyak. Semua wanita akan menyaksikan perutnya yang tumbuh dan menonjol menjadi besar. Memasuki trisemester kedua, biasanya rahim sudah mencapai setengah dari besar maksimalnya dan masih terjebak diantara tulang panggul dan pusar.

Pada masa-masa tersebut, ada kemungkinan rahim berkembang lebih dari ukuran sebenarnya sehingga mulai menekan dinding perut sehingga terasa lebih keras daripada tekanan normal. Namun seiring berlalunya waktu, biasanya perut akan menjadi normal kembali. Ini adalah kondisi yang sering dialami oleh wanita hamil. Anda tidak perlu khawatir mengenai hal tersebut apabila mendapatkan diri mengalami perut keras selama kehamilan.

Jangan heran apabila anda menemukan perut anda berubah menjadi keras karena ini adalah proses alami membesarnya rahim yang masih dikategorikan ke dalam bentuk normal. Bagi beberapa wanita, kondisi tersebut dapat teratasi setelah minggu ke-12 kehamilan. Namun, tentunya masalah tersebut sangat bergantung pada kondisi janin didalam perut dan juga tergantung pada kondisi ibu itu sendiri.

Kadang-kadang perut yang terasa sangat keras menyebabkan wanita tertekan secara mental bahkan mungkin dapat menyebabkan murung dan sulit berkonsentrasi.

Ini adalah emosi yang umum kita dapatkan pada saat hamil. Jika secara mental anda merasa terganggu, karena ketidaknyamanan tersebut, cobalah untuk menghubungi bidan atau dokter dan biarkan mereka memeriksanya. Ada beberapa penyebab mengapa wanita hamil mengalami perut keras terutama pada trisemester kedua atau selama minggu ke-21 kehamilan. Dan berikut adalah penyebab-penyebabnya.

 

Rahim

Bayi yang tumbuh di dalam rahim akan menempati antara rongga panggul, kandung kemih dan rektum. Pinggang akan mengalami perluasan setelah bayi dan rahim mulai tumbuh membesar. Penyebab utama perut keras selama kehamilan adalah karena rahim mulai menekan dinding perut dan cenderung memperluasnya.

Baca Juga:  6 Aktivitas Fisik yang Dapat Menyebabkan Keguguran

Biasanya ini terjadi selama trimester pertama dimana rahim mulai mengembang untuk pertama kalinya. Selain itu, ketika bayi tumbuh pada trisemester kedua, volume air di perut akan meningkat. Inilah yang kemudian menyebabkan perut menjadi terasa lebih keras.

 

Karena kerangka janin yang berkembang

Penyebab selanjutnya mengapa perut keras selama kehamilan adalah karena pada trisemester kedua kerangka janin sudah mulai berkembang sehingga membutuhkan tempat yang lebih luas. Perut akan otomatis terasa sangat keras setelah tulang-tulang bayi mulai terbentuk. Ini adalah salah satu alasan mengapa perut menjadi sangat keras selama kehamilan.

 

Wanita kurus dan gemuk

Perut yang keras selama kehamilan bisa berbeda-beda penyebabnya pada setiap wanita. Wanita yang memiliki perut tipis atau sangat kurus atau slim, biasanya akan merasakan perut sangat keras pada awal-awal kehamilan atau pada trisemester pertama. Sedangkan wanita yang gemuk akan mengalami perut yang sangat keras terutama pada trimester ketiga.

 

Sembelit

Pencernaan yang tidak lancar karena adanya gangguan sistem juga dapat menyebabkan perut menjadi lebih keras dibandingkan biasanya. Asupan makanan yang buruk menyebabkan wanita pada saat hamil sering mengalami sembelit. Oleh sebab itu, dianjurkan kepada anda untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang banyak mengandung serat seperti kacang-kacangan dan perbanyaklah minum air putih. Sebaliknya, hindarilah makanan cepat saji, makanan-makanan yang termasuk ke dalam golongan junk food dan sejenisnya karena makanan tersebut adalah salah satu penyebab sembelit pada ibu hamil.

PERHATIAN - BUNDA Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka.
Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.