Penyebab Kram dan Gejalanya saat Hamil

Penyebab Kram dan Gejalanya saat Hamil

Cara Mudah Untuk Mempermudah KehamilanApakah anda pernah mengalami beberapa masalah selama hamil, misalnya akhir-akhir ini sering merasa kram? Pada saat kita mengalami keterlambatan menstruasi, kita akan mengalami kram sebagai tanda bahwa menstruasi akan segera dimulai lagi. Tapi tidak selalu demikian adanya. Apabila anda adalah seorang wanita yang sudah memiliki pasangan hidup, dan pernah melakukan hubungan seksual tanpa pengaman, maka kram pada perut bisa jadi adalah tanda kehamilan. Ini merupakan gejala kehamilan selain tanda menstruasi yang terlambat.

Kram pada awal kehamilan terutama pada saat embrio diimplan pada dinding rahim, memang hampir sama gejalanya dengan kram akibat terlambat menstruasi.

Lebih jelasnya mengenai gejala kram selama kehamilan, berikut adalah beberapa ulasannya.

Kram akibat implantasi

Kram kehamilan biasanya terjadi sekitar 12 hingga 14 hari setelah sel telur dibuahi, kira-kira sama seperti waktu datangnya menstruasi anda. Kram tersebut terjadi karena embrio akan menempel di dinding rahim.

Muncul bercak darah

Beberapa wanita mungkin akan mengamati dan menemukan sedikit debit darah pada saat mengalami kram. Ini adalah pendarahan akibat implantasi yang memang sering dialami oleh wanita hamil namun tidak berbahaya. Biasanya jumlah darah tersebut sangat sedikit berupa bintik-bintik saja dan tidak seperti darah menstruasi.

Kram tanpa darah

Beberapa wanita mengalami kram dan bahkan menyebabkan mereka bolak-balik ke toilet namun tidak disertai dengan keluarnya darah.

Keputihan

Apabila anda merasa kram kemudian diikuti dengan keputihan atau cairan berwarna putih yang lebih banyak dibandingkan biasanya, itu juga bisa menandakan bahwa ini adalah awal kehamilan. Keputihan tersebut terkadang juga memang bisa bercampur dengan darah.

Kembung dan mual

Terlepas dari kram, anda juga bisa merasakan kembung dan mual serta diikuti kehilangan nafsu makan.

Baca Juga:  7 Minyak Esensial Terbaik untuk Kehamilan

Kram yang parah

Apabila anda mengalami kram yang sangat parah, lebih sakit dibandingkan dengan kram pada saat anda menstruasi, hal tersebut merupakan perbedaan antara kram kehamilan dan kram periode menstruasi.

Kram yang sangat intens

Apabila anda mengalami kram pada bagian sisi perut terasa sangat intens dan menyakitkan, ini bisa menandakan bahwa anda mengalami kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik adalah pembuahan yang terjadi di luar rahim misalnya di saluran falopi atau saluran tuba.

Jenis kehamilan ini sangat berbahaya dan bisa menyebabkan saluran tuba pecah dan mengancam jiwa anda.

Apabila anda mengalami kehamilan ektopik segera periksakan diri ke dokter dan mendapatkan perawatan yang dibutuhkan.

Kram saat hamil

Kram pada saat hamil tidak hanya dirasakan di daerah perut, namun beberapa wanita juga terkadang sering terganggu dengan kram di bagian kaki. Khusus untuk kram pada bagian kaki, dianjurkan bagi setiap wanita hamil untuk secara rutin beristirahat dan tidak berdiri terlalu lama serta sesekali harus mendapatkan pijatan agar gejala tersebut tidak mengganggu.

PERHATIAN - BUNDA Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka.
Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.