Mitos Tentang Hubungan Seksual Saat Hamil

Mitos Tentang Hubungan Seksual Saat Hamil

suami-siagaWanita hamil seringkali tidak melakukan hubungan intim karena mereka percaya bahwa bayi yang ada di dalam kandungannya akan berada dalam bahaya jika mereka melakukan hal tersebut. Namun, menurut para ahli, melakukan hubungan seksual adalah hal yang normal dan tidak mengapa apabila dilakukan saat hamil terutama bagi mereka yang memiliki kehamilan beresiko rendah.

Dikatakan bahwa tidak ada alasan apapun yang membuat perubahan drastis dalam kehidupan seksual pasangan suami istri walaupun istri dalam keadaan hamil. Namun, ada saja mitos-mitos yang menghubungkan antara kehamilan dengan hubungan seksual banyak wanita yang percaya dan kehilangan libido.

Terlepas dari mitos tersebut, para ahli kesehatan menyarankan kepada setiap pasangan untuk menghindari hubungan seksual pada minggu-minggu terakhir kehamilan untuk mencegah berbagai hal, termasuk karena air mani bisa merangsang kontraksi.

Padahal selama kehamilan, ada beberapa wanita yang justru sangat bergairah untuk melakukan hubungan intim yang disebabkan adanya dorongan dari hormon yang merubah tubuh mereka serta adanya aliran darah yang lebih banyak mengalir di bagian kewanitaan.

Dengan mengetahui beberapa mitos mengenai hubungan seksual pada saat hamil, diharapkan anda tidak lagi takut untuk melakukannya.

Berbahaya untuk bayi

Mitos pertama mengatakan bahwa hubungan seksual selama kehamilan dapat menyebabkan bayi tersakiti di dalam rahim. Padahal, secara medis bayi sudah dilindungi di dalam kantong ketuban sehingga aman dari berbagai hal termasuk juga dari Mr.P saat masuk dan melakukan penetrasi pada serviks.

Berbahaya untuk ibu

Mitos yang kedua meyakini bahwa posisi bercinta saat hamil selain berbahaya bagi janin juga dapat berbahaya bagi ibu. Padahal, ada beberapa posisi bercinta yang sebenarnya aman dan justru mungkin harus dicoba karena bisa saja hal tersebut memberikan pengalaman baru kepada anda dan pasangan.

Baca Juga:  Tips Mengabaikan Tekanan Selama Kehamilan dari Teman

Nyeri tak berujung

Nyeri tak berujung adalah mitos lain tentang hubungan seksual pada saat hamil. Jika anda mengalami kram pada saat foreplay, sebaiknya anda tidak melanjutkan hubungan seksual tersebut. Begitulah mitos yang banyak dipercaya. Padahal, rasa sakit yang tak berujung tersebut sebenarnya disebabkan karena tingkat ketegangan yang diaktifkan oleh sinyal otak karena anda khawatir mengenai bahaya bercinta saat kehamilan.

Menginduksi persalinan

Wanita hamil biasanya takut melakukan hubungan badan pada trisemester ketiga karena takut terjadi kelahiran prematur.

Faktanya, foreplay tidak mempercepat produksi oksitosin yang dapat menyebabkan kontraksi.

Menyebabkan pendarahan

Beberapa wanita hamil lainnya sangat takut mengalami pendarahan pada saat melakukan hubungan seksual dan takut mengalami kram.

Padahal, pendarahan pada saat hamil biasanya disebabkan karena infeksi seperti klamidia, herpes dan gonore.

Oral sex

Mitos yang satu ini ada benarnya. Yaitu dilarang melakukan oral sex kepada pasangan wanita. Terutama, apabila sampai ada udara yang tertiup dan masuk ke dalam bagian genital perempuan. Udara yang melewati area genital perempuan dapat menyebabkan gelembung yang bisa masuk ke aliran darah dan mengancam keselamatan bayi.

Ejakulasi menyebabkan keguguran

Ejakulasi tidak menyebabkan keguguran saat bercinta ketika hamil. Mitos ini banyak dipercaya oleh wanita dan menyebabkan mereka takut untuk melakukan hubungan seksual padahal, tidak ada bukti bahwa ejakulasi bisa menyebabkan kerusakan pada janin dengan cara apapun.

PERHATIAN - BUNDA Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka.
Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.