Gejala dan Tanda Tanda Kekurangan Enzim G6PD Pada Bayi


Kekurangan Enzim G6PD –
G6PD adalah Enzim Glucose-6-Phosphate Dehydrogenase, yang ada di dalam sel darah merah. Ia bertindak dalam melindungi sel darah merah dari pecah (hemolisis) bila terkena obat-obat tertentu, makanan atau infeksi.

Diagnosa Kekurangan enzim G6PD sangat signifikan di kalangan masyarakat Asia. Di negara kita, semua bayi baru lahir akan disaring untuk kekurangan enzim G6PD dengan menggunakan darah dari tali pusat.

Kekurangan enzim ini adalah kondisi yang diwariskan melalui keturunan. Ini ditentukan oleh bahan baka yang dibawa oleh kromosom X. Jadi kebanyakan mereka yang memiliki kekurangan enzim G6PD adalah kaum pria, sedangkan kaum perempuan biasanya adalah pembawa.

Tes untuk mendeteksi adanya enzim ini adalah tes darah yang mudah dilakukan. Pastikan Anda tahu status enzim Anda dan keluarga Anda.

Gejala Dan Tanda-tanda Kekurangan Enzim G6PD

Kebanyakan mereka yang kekurangan enzim G6PD ini tidak memiliki tanda-tanda khusus.  Bayi baru lahir perlu diperhatikan di dalam bangsal untuk suatu jangka waktu karena mereka bisa mendapat penyakit kuning (ikterus) yang tinggi dengan cepat, akibat dari hemolisis berlebihan.

Bayi yang kuning (jaundice) harus ditempatkan di bawah lampu (fototerapi) untuk menurunkan tingkat bilirubin dalam darah.

Tanda-tanda yang terjadi jika sel darah merah pecah (hemolisis) termasuk: Akibat dari kekurangan darah diantaranya

Tampak pucat
Bernyawa (atau kelelahan yang teramat)
Pening
Detak jantung yang cepat
Sulit bernapas
Sakit dada

Akibat dari hemolisisikterus (kekuningan) – dapat dilihat pada mata putih atau kulit, warna urin seperti air teh O atau Coca-Cola. Jika ini terjadi, segera untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit

Kekurangan enzim G6PD adalah untuk seumur hidup. Meskipun tidak ada pengobatan yang dapat menghilangkannya, ia tidak membawa dampak negatif yang signifikan dan tidak mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan anak.

Obat-obatan dan bahan-bahan yang harus dihindari

Bagi anak-anak dan orang dewasa yang kekurangan enzim G6PD, mereka perlu tahu secara mendalam tentang kondisi ini agar dapat memahaminya dengan lebih jelas. Mereka harus jauhi dari paparan obat-obat serta bahan-bahan tertentu yang dapat menyebabkan hemolisis (daftar obat-obat serta bahan-bahan seperti di Gambar 1).

Hemolisis juga akan terjadi jika mereka termakan kacang parang atau menggunakan obat gegat pada pakaian. Bahan-bahan ini harus dijauhi.

Ibu-ibu yang menyusui bayi yang kekurangan enzim G6PD didorong melanjutkan menyusui tetapi mereka harus menghindari bahan-bahan / obat-obat seperti di Gambar 1 agar tidak termasuk di dalam susu ibu.

Infeksi juga dapat menyebabkan hemolisis terjadi.

Pastikan Anda memberi tahu dokter Anda jika Anda / anak Anda memiliki kekurangan enzim G6PD untuk memastikan obat yang diterima untuk Anda dan tidak akan menyebabkan hemolisis berlebihan.

PERHATIAN - BUNDA Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka.
Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.