Bagaimana Perokok Pasif Mempengaruhi Bayi yang Belum Lahir

Bagaimana Perokok Pasif Mempengaruhi Bayi yang Belum Lahir

no-smoke-5Merokok sudah pasti berbahaya bagi kesehatan. Tidak hanya bagi yang menghisap langsung asap rokok tersebut, namun mereka yang ada disekitar merokok dan menjadi perokok pasif juga akan mengalami hal yang sama seperti perokok aktif. Merokok dapat menyebabkan berbagai efek yang merugikan pada setiap individu yang tidak merokok. Mereka akan terkena racunnya dan berbagai dampak lainnya dari tembakau.

Bagi anda, para suami yang merokok, paparan terus-menerus asap rokok pada ibu hamil menyebabkan beberapa gangguan kesehatan, tidak hanya bagi ibu melainkan juga bayi yang ada di dalam kandungan. Ini juga harus sadari oleh setiap wanita hamil agar mereka menghindari merokok maupun asapnya. Bagi anda yang memiliki suami perokok, sebaiknya menyuruhnya merokok diluar rumah atau di luar ruangan. Asap rokok dapat mempengaruhi bayi yang belum lahir.

Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa perokok pasif menyebabkan mutasi genetik yang berbahaya sehingga tidak menutup kemungkinan menyebabkan bayi cacat lahir.

Bagi anda yang ingin mengetahui bagaimana perokok pasif dapat mempengaruhi janin didalam kandungan, berikut adalah beberapa penjelasannya.

Menyebabkan deformitas fisik

Salah satu efek berbahaya menjadi perokok pasif terutama oleh wanita hamil bagi bayi mereka adalah, dapat menyebabkan deformitas fisik atau bayi cacat pada saat lahir. Dan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa terpapar asap rokok secara terus-menerus dapat menyebabkan mutasi genetik seperti cacat lahir, cacat testis dan cacat otak.

Menyebabkan cacat lahir

Sebagai perokok pasif, wanita hamil akan mengalami kerugian dan dampak yang tidak sedikit. Cacat fisik yang parah maupun tidak parah kemungkinan besar akan dialami oleh bayi mereka. Hal tersebut karena bayi di dalam kandungan juga bisa mendapatkan racun dari asap rokok yang terhisap oleh ibu.

Baca Juga:  7 Mitos dan Fakta Kehamilan Paling Sering Kita Dengar

Racun asap rokok tersebut akan mengalir melalui darah dan sampai kepada bayi melalui plasenta.

Lahir mati

Dan yang paling mengkhawatirkan, ibu sebagai perokok pasif dapat mengalami kematian bayi apabila terlalu sering terpapar asap rokok. Sebanyak 23 persen wanita hamil yang menjadi perokok pasif mengalaminya.

Berat badan lahir rendah

Pertumbuhan bayi dan perkembangannya di dalam rahim sudah pasti akan terganggu apabila ibu secara terus-menerus menjadi perokok pasif karena suaminya merokok atau karena dia bekerja di tempat-tempat yang pekerja lainnya merokok secara aktif.

Jika anda menemukan bayi anda memiliki berat badan rendah selama scan USG, hal tersebut bisa dikarenakan hipoksia dan vasokonstriksi. Ini adalah kondisi dimana suplai darah menurun ke plasenta pada saat wanita menghisap asap rokok.

Cacat organ

Dampak negatif lainnya bagi perokok pasif terutama pada wanita hamil adalah kurangnya pasokan darah menuju plasenta sehingga menyebabkan kerusakan organ kardiovaskuler pada janin termasuk juga sistem pencernaan, sistem saraf pusat dan jantung. Beberapa studi menunjukkan bahwa wanita hamil yang menjadi perokok pasif dapat menyebabkan mereka melahirkan bayi dengan kondisi neurobehavioural yang tidak normal.

Gangguan pernapasan

Wanita hamil yang menjadi perokok pasif juga bisa mengembangkan pernapasan yang tidak normal pada bayi mereka. Apabila terus-menerus terpapar asap rokok, bayi yang ada di dalam kandungan akan sulit bernafas sehingga kemungkinan besar mengalami asma dimasa yang akan datang.

Kelahiran prematur

Rokok pasif mempengaruhi janin di dalam kandungan. Dan hal tersebut sudah dijelaskan pada poin-poin sebelumnya. Tidak hanya itu, dampak negatif lainnya apabila seorang wanita hamil menjadi perokok pasif adalah, mereka cenderung untuk mengalami kelahiran prematur karena adanya komplikasi saat menghisap asap rokok.

PERHATIAN - BUNDA Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka.
Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.