Amankah Melakukan Perjalanan ke Dataran Tinggi Saat Hamil?

Amankah Melakukan Perjalanan ke Dataran Tinggi Saat Hamil?

beauty-pregnant-3Semua wanita hamil pasti ingin tahu apa saja yang aman bagi mereka dan apa saja yang bisa membahayakan. Kehamilan akan merubah hidup anda mulai dari gaya hidup, sifat dan bahkan kebiasaan. Anda bisa melakukan banyak hal selama kehamilan, namun ada juga pantangan-pantangan yang tidak boleh anda langgar jika anda tidak ingin kehamilan bermasalah.

Melakukan perjalanan pada umumnya tetap aman selama trisemester kedua kehamilan. Perjalanan yang dilakukan pada trisemester pertama cukup mengkhawatirkan terutama karena kondisi janin masih dalam tahap pertumbuhan sehingga membutuhkan tempat (tubuh ibu) yang benar-benar prima dan nyaman. Karena apabila tidak, kemungkinan bayi akan tumbuh dengan tidak normal. Begitujuga sebaliknya, pada saat memasuki trimester ketiga, ini adalah waktu yang sangat rentan dimana persalinan bisa saja maju atau anda bisa saja mengalami persalinan prematur. Oleh sebab itu, melakukan perjalanan sangat dianjurkan hanya dilakukan pada trisemester kedua dimana morning sickness atau gejala-gejala kehamilan biasanya mulai berkurang.

Lalu, bagaimana apabila kita akan melakukan perjalanan menuju ke tempat-tempat yang tinggi atau dataran tinggi seperti pegunungan? Apakah hal tersebut aman untuk ibu hamil?

Jika fakta-fakta ilmiah yang ada bisa dipercaya, maka perjalanan ke tempat-tempat yang tinggi seperti pegunungan saat hamil tidak aman. Ada satu alasan sederhana mengapa hal tersebut dikatakan tidak aman karena, udara di dataran tinggi biasanya lebih tipis. Semakin tinggi anda naik, maka atmosfer disana memiliki udara yang lebih sedikit. Itulah sebabnya mengapa kita sedikit kesulitan mendapatkan oksigen di ketinggian.

Kekurangan oksigen akan menyebabkan kita mudah lelah dan akan mengganggu otak serta tubuh secara keseluruhan. Padahal, baik tubuh ibu maupun bayi sangat membutuhkan oksigen dalam jumlah yang cukup. Apabila tidak terpenuhi, kekurangan oksigen dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan bayi selama berada di kandungan.

Baca Juga:  8 Hal di Lingkungan Kita yang Tidak Aman untuk Ibu Hamil

Beberapa wanita ada yang takut pada ketinggian dan hal tersebut juga bisa mempengaruhi kehamilan. Jika anda memiliki fobia dengan ketinggian, selama kehamilan hal tersebut bisa menjadi lebih buruk dari biasanya. Anda bisa saja menjadi kehilangan pijakan karena pusing atau mual. Kondisi tersebut tentunya akan membuat situasi menjadi semakin parah dan berbahaya untuk bayi.

Jika anda adalah seorang wanita hamil, anda tidak dianjurkan untuk berlibur ke daerah perbukitan atau pegunungan atau dataran tinggi. Beberapa statistik telah mencatat bahwa bayi yang lahir dari perempuan-perempuan yang tinggal di dataran tinggi biasanya berukuran lebih kecil.

Walau demikian, anda tetap bisa pergi ke tempat-tempat yang tinggi saat melakukan perjalanan dan dianjurkan tidak lebih dari 11.000 kaki di atas permukaan laut. Walau demikian, ada juga wanita yang bahkan tidak tahan saat mereka mencapai 9000 kaki di atas permukaan laut.

Melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat juga sebaiknya dipertimbangkan, walaupun masuk dalam kategori aman, namun bagi wanita yang sudah hamil 8 bulan tidak dianjurkan naik pesawat.

PERHATIAN - BUNDA Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka.
Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.