9 Resiko Kesehatan yang Dihadapi Ibu Hamil saat Berusia 40-an

9 Resiko Kesehatan yang Dihadapi Ibu Hamil saat Berusia 40-an- Kebanyakan wanita menghadapi resiko kesehatan yang ekstrim pada saat mereka memasuki usia 40 tahun ke atas. Pada saat ini, berbagai makanan sudah mulai tercemar oleh pestisida dan begitu juga udara yang kita hirup setiap hari, sehingga menambah resiko. Sebagian besar ibu hamil menderita karena gaya hidup yang mereka jalani dan karena masalah medis seperti diabetes atau tekanan darah tinggi.

hipertensi pada ibu hamil 11

Pada saat memasuki usia 40 tahun, apabila seorang wanita hamil, mereka cenderung memiliki resiko kesehatan yang lebih tinggi begitu juga dengan bayi yang ada di dalam kandungannya. Ini adalah fakta yang harus diketahui setiap wanita sehingga mereka harus melakukan check atau tes sebelum kehamilan secara intensif. Jadi, jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan pra-konsepsi hingga lengkap dan tuntas.

Ada banyak wanita sekarang yang hamil di usia tua atau diatas 35 tahun seperti pada usia 40 tahun karena alasan karir dan lain-lain. Akan tetapi mereka melupakan satu hal dimana tubuh mereka akan semakin lemah dari waktu ke waktu sehingga pada saat hamil, berbagai kondisi kesehatan akan sangat berbahaya.

Beberapa resiko kesehatan yang dihadapi oleh ibu hamil pada usia 40-an diantaranya adalah.

A.      Komplikasi persalinan

Resiko kesehatan wanita yang hamil pada usia 40-an yang pertama adalah komplikasi persalinan sehingga dapat memancing persalinan prematur.Juga beresiko pada saat melakukan persalinan dengan operasi caesar.

Dalam kasus anda yang hamil di usia 40 tahun, diskusikan hal tersebut dengan dokter secara terperinci dan lengkap untuk memastikan bahwa anda berada dalam pengawasan yang tepat.

B.       Ukuran janin

Ini merupakan resiko kesehatan yang paling umum akibat usia wanita yang terlalu tua pada saat hamil. Mereka memiliki resiko melahirkan bayi dengan ukuran kecil atau terlalu besar sehingga menyebabkan komplikasi.

Baca Juga:  Tips Mendapatkan Anak Laki-Laki

C.      Tekanan darah tinggi

Berkebalikan dengan pria, wanita yang berusia 40 tahun keatas atau mendekati usia menopause biasanya beresiko lebih tinggi mengalami tekanan darah tinggi. Ini adalah resiko yang sangat besar dan bisa berakibat fatal sehingga setiap wanita yang hamil diatas usia 40 tahun harus melakukan cek darah secara rutin dan berkonsultasi dengan dokter, serta mengawasi secara ketat makanan yang mereka konsumsi sehari-hari.

D.      Diabetes gestasional

Diabetes gestasional adalah masalah utama dan yang paling umum dihadapi oleh sebagian besar wanita pada saat hamil di usia 40 tahun. Oleh sebab itu, pastikan anda selalu menghindari berbagai makanan manis termasuk makanan-makanan yang ditambahkan gula.

E.       Keguguran

Banyak wanita mengalami resiko keguguran yang lebih tinggi pada saat mereka memasuki usia 40 tahun. Terlebih jika ada kondisi medis tertentu sebelumnya.

F.       Gangguan kongenital

Resiko kesehatan bagi ibu dan bayi setelah 40 tahun salah satunya adalah gangguan kongenital atau gangguan bawaan seperti down syndrome,retardasi mental dan autisme.

G.      Pre-eklamsia dan plasenta previa

Resiko selanjutnya yang dihadapi oleh ibu hamil adalah pre-eklamsia dan plasenta previa.Hal itu biasanya dipicu oleh tekanan darah tinggi dan akibat adanya protein di dalam urine. Sedangkan plasenta previa adalah sebuah kondisi dimana plasenta mereka menjadi longgar dan mudah lepas sehingga terjadi keguguran.

H.      Sulit melahirkan

Pada saat wanita memasuki usia 40 tahun, biasanya mereka cenderung menderita nyeri berat selama persalinan sehingga resiko melahirkan semakin tinggi.

I.         Komplikasi setelah melahirkan

Tidak hanya pada saat hamil atau pada saat melahirkan, namun komplikasi bisa terjadi setelah melahirkan. Ibu hamil di usia 40 tahun memiliki resiko kesehatan yang sangat besar sehingga harus dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Salah satu komplikasi yang sering dialami oleh ibu setelah melahirkan adalah kardiomiopati.

PERHATIAN - BUNDA Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka.
Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.