10 Hal yang Paling Sering Menyebabkan Kelahiran Prematur dan Keguruan

10 Hal yang Paling Sering Menyebabkan Kelahiran Prematur dan Keguruan- Kehamilan berlangsung selama 40 minggu. Dan selama periode itu, ibu harus menjaganya dengan baik agar ia dan bayi bisa selamat hingga proses persalinanterlewati.

Jika ada nyeri persalinan, seperti kontraksi rahim atau apabila terjadi pelebaran dan pembukaan serviks sebelum minggu ke-37 kehamilan, maka hal tersebut disebut persalinan prematur. Bayi bayi yang lahir sebelum tanggal jatuh tempo atau sebelum minggu ke-37 disebut sebagai bayi prematur.

bayi-prematur

Biasanya organ tubuh bayi belum berkembang sepenuhnya sehingga harus ditempatkan di dalam inkubator untuk memberikannya kehangatan agar bisa membantu ia bertahan hidup.

Ada beberapa hal yang berkontribusi terhadap persalinan dini dan keguguran. Semua itu harus dihindari dan berikut adalah beberapa diantaranya.

A.      Infeksi mulut

Penelitian telah menunjukkan bahwa infeksi rongga mulut seperti kerusakan gigi, peradangan pada gusi dan borok pada mulut menyebabkan tubuh melepaskan hormon yang kemudian memicu persalinan prematur. Hormon-hormon tersebut bertindak layaknya hormon persalinan.

Jadi, sangat dianjurkan bagi setiap ibu hamil untuk memeriksakan giginya secara rutin. Dan bahkan, sebelum hamil pun mereka dianjurkan untuk memeriksakan kondisi kesehatan mulut.

B.       Stres

Stres menyebabkan tubuh memproduksi hormon kortisol dan hormon stres lainnya. Hormon ini dapat mengurangi asupan nutrisi ke janin melalui plasenta yang dapat berakibat buruk pada perkembangan kesehatan bayi. Akibatnya, beberapa bayi lahir dengan berat badan rendah atau dapat juga menyebabkan persalinan berlangsung lebih awal.

C.      Olahraga berlebihan

Olahraga ringan seperti jalan kaki, berenang dan melakukan peregangan tentu sangat baik dan dianjurkan. Akan tetapi, olahraga secara berlebihan dapat menyebabkan ibu hamil mengalami keguguran atau persalinan prematur.

Baca Juga:  7 Alasan Perut Kram Selama Kehamilan

Setiap ibu yang hamil dengan resiko rendah sebaiknya secara rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari untuk menangani dan mengurangi resiko diabetes, obesitas dan tekanan darah tinggi.

D.      Kegemukan

Ibu hamil sudah pasti akan mengalami kenaikan berat badan setiap minggunya. Akan tetapi, kenaikan berat badan yang signifikan atau disebut obesitas dapat menyebabkan beberapa masalah seperti tekanan darah tinggi. Apabila terjadi selama kehamilan hal tersebut akan memicu pre-eklamsia. Selain itu, kegemukan juga bisa menyebabkan diabetes gestasional yang memicu persalinan prematur.

E.       Usia

Wanita yang berusia dibawah 17 tahun dan lebih tua dari 35 tahun berisiko lebih besar mengalami persalinan prematur dan keguguran. Mereka memiliki resiko kehamilan yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita berusia 18 tahun hingga 30 tahun.

F.       Interval yang pendek antar kehamilan

Apabila anda hamil sebelum 18 bulan setelah melahirkan, makalah resiko kelahiran prematur bisa menjadi lebih besar. Oleh sebab itu, setidaknya anda harus menunggu 2 tahun untuk memiliki kehamilan yang normal dan baik.

G.      Minuman berkafein

Sebenarnya tidak hanya minuman seperti kopi yang mengandung kafein, namun beberapa makanan dan minuman lain juga ada yang mengandung kafein.Mengkonsumsi kafein perhari lebih dari 200 mg dapat menyebabkan keguguran. Diantara beberapa sumber kafein yang harus anda tahu adalah, kopi, teh, coklat, dan minuman berenergi, dll. Semua itu bisa menyebabkan resiko keguguran terutama apabila dikonsumsi ibu hamil pada trimester pertama.

H.      Infeksi vagina

Infeksi pada bagian genital bisa disebabkan karena bakteri dan sebagian besar merupakan penyakit menular dan infeksi pada rahim juga bisa menyebabkan persalinan prematur. Infeksi ini menyebabkan peradangan yang kemudian melepaskan prostaglandin di dalam tubuh sehingga ada reaksi yang menyebabkan persalinan dini atau prematur.

Baca Juga:  Cara Memprediksi Kelamin Bayi Berdasarkan Gerakannya di Dalam Rahim

I.         Merokok

Menjadi perokok aktif atau perokok pasif bagi wanita sama saja. Terlebih jika mereka hamil. Merokok menyebabkan berbagai bahan kimia masuk ke dalam tubuh melalui paru-paru dan tentu saja karbon monoksida dan nikotin yang terkandung di dalamnya dapat menyebabkan berbagai jenis bahaya. Secara khusus, nikotin mempersempit pembuluh darah sehingga pasokan oksigen menurun ke bayi.Tar juga berkontribusi menyebabkan penurunan suplai oksigen ke bayi di dalam kandungan yang dapat berakibat kematian atau persalinan prematur.

J.        Alkohol

Alkohol tidak pernah difilter oleh plasenta sehingga bisa langsung menembus dan masuk ke bayi. Alkohol tersebut sangat tidak aman karena bisa mengalir di dalam darah bayi. Selain itu, alkohol juga menyebabkan hati ibu hamil mengeluarkan racun tertentu. Oleh sebab itu, anda harus menghindari alkohol selama kehamilan karena dapat menyebabkan persalinan prematur.

PERHATIAN - BUNDA Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka.
Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.